
Kintamani, Bangli · Bali Tengah
Gunung Batur & Kintamani
Gunung Batur adalah gunung api aktif yang menjulang di dalam kaldera luas di dataran tinggi Kintamani, dan pendakian sebelum fajar ke puncaknya adalah salah satu kegiatan paling populer di pulau ini.
Gunung Batur adalah gunung api aktif yang menjulang di dalam kaldera luas di dataran tinggi Kintamani, dan pendakian sebelum fajar ke puncaknya adalah salah satu kegiatan paling populer di pulau ini. Sampai di puncak tepat waktu, dan matahari terbit di atas kawah, danau di bawahnya, dan padang lava lama di dasar kaldera.
Sejarah
Batur berada di dalam kaldera ganda. Kaldera yang lebih besar, sekitar 10 kali 13 kilometer, terbentuk saat dapur magma runtuh sekitar 29.000 tahun lalu, disusul kaldera dalam yang lebih kecil sekitar 20.000 tahun lalu. Di dalamnya, kerucut setinggi sekitar 700 meter kini menjulang di atas Danau Batur, dengan puncak mencapai 1.717 meter di atas permukaan laut. Ini salah satu jalur pendakian paling terkenal di pulau ini.
Batur masih aktif. Letusan pertama yang tercatat terjadi tahun 1804, dan letusan tahun 1963 meninggalkan padang lava hitam yang luas, yang masih terlihat dari bibir kaldera Kintamani. Letusan terakhir yang tercatat terjadi tahun 2000. Pada 2012, kaldera ini masuk Jaringan Geopark Global UNESCO, pengakuan atas geologinya sekaligus desa-desa yang hidup di dalamnya.
Makna dan budaya
Kaldera ini dihuni sekitar lima belas desa, empat di antaranya permukiman utama, dan sebagian besar keluarga masih hidup dari bertani di tanah vulkanik yang subur. Danau Batur menambah mata pencaharian dari perikanan dan pengairan, sehingga warga di sekitar gunung sangat bergantung pada tanah dan air yang dibentuknya selama ribuan tahun. Pemandunya warga lokal yang hafal jalurnya, dan kebanyakan senang menjelaskan bagaimana gunung dan danau membentuk kehidupan desa di bawahnya.
Keterlibatan warga lokal itu membentuk pendakian sampai sekarang. Pemandu berasal dari asosiasi pendakian desa, dan biaya izin serta pemandu mendukung komunitas yang tinggal di gunung. Karena itu, menyewa pemandu lokal adalah cara yang semestinya untuk mendaki, dan pada praktiknya pos awal pendakian biasanya menolak siapa pun yang datang tanpa pemandu.
Yang bisa dilihat
- Matahari terbit dari puncak atau bibir kawah
- Lubang uap dan tanah hangat di dekat puncak
- Danau Batur dan padang lava lama dari bibir kaldera Kintamani
- Pemandian air panas Toya Bungkah di tepi danau setelah mendaki
Perlu diketahui
- Pakai sepatu yang tidak licin; jalur atas berupa pasir dan kerikil vulkanik yang lepas
- Bawa pakaian hangat dan senter atau headlamp untuk pendakian dalam gelap
- Cek prakiraan cuaca, karena awan menentukan apakah Anda bisa melihat matahari terbit
- Rencanakan hari istirahat setelahnya; penjemputan pukul 02:00 cukup melelahkan
Info singkat
- Tiket Izin pendakian sekitar IDR 100.000 per orang, ditambah pemandu lokal (IDR 300.000 sampai 600.000 per grup); tur gabungan sudah mencakup keduanya. Biaya berbeda tiap operator, jadi kami konfirmasi saat pemesanan
- Buka Jalur buka 24 jam; pendakian biasanya mulai antara pukul 02:00 dan 04:00
- Waktu yang dibutuhkan 4 sampai 5 jam pulang pergi, sekitar 2 jam mendaki; sisihkan setengah hari termasuk sarapan
- Waktu terbaik Musim kemarau, April sampai Oktober, untuk langit yang lebih cerah; awan bisa menutupi matahari terbit di bulan apa pun
- Jarak sekitar 1,5 sampai 2 jam dari Ubud, 2 sampai 2,5 jam dari Bali selatan (tergantung lalu lintas)
Lokasi
Buka di Google MapsHarga dicek Oktober 2026 dan bisa berubah.
Destinasi lainnya
Terus menjelajah
Siap menjelajahi Bali?
Beri tahu kami tanggal dan tempat Anda menginap. Kami atur harinya sesuai keinginan Anda.



