Karangasem · Bali Timur

Desa Tenganan Pegringsingan

Tenganan Pegringsingan adalah salah satu desa Bali Aga, rumah bagi komunitas yang menjaga adat, tata ruang, dan kerajinannya sendiri selama berabad-abad.

Tenganan Pegringsingan adalah salah satu desa Bali Aga, rumah bagi komunitas yang menjaga adat, tata ruang, dan kerajinannya sendiri selama berabad-abad. Desa ini paling terkenal dengan kain tenun ikat ganda geringsing dan ritual perang pandan yang digelar saat upacara tahunannya.

Sejarah

Bali Aga berarti orang Bali asli atau orang pegunungan, yang komunitasnya umumnya dipahami sudah ada sebelum pengaruh Majapahit yang membentuk sebagian besar pulau. Tenganan konon berasal dari sekitar abad ke-11 dan sejak lama diatur oleh dewan tetuanya sendiri. Pengunjung kini masuk melewati loket dan area parkir, lalu memasuki tempat di mana rumah, balai, dan pura tetap tertata secara tradisional.

Dewan itu mengikuti aturan adat tertulis yang disebut awig-awig. Tanah, warisan, dan kewajiban upacara diatur oleh desa, dan pernikahan secara tradisi dilakukan di dalam komunitas. Hasilnya, desa ini berubah jauh lebih lambat daripada sebagian besar pulau di sekitarnya. Agama di sini memadukan Hindu Bali dengan kepercayaan leluhur dan alam yang lebih tua, salah satu alasan desa-desa Bali Aga begitu menarik bagi peneliti dan wisatawan.

Makna dan budaya

Kerajinan paling terkenal di desa ini adalah geringsing, kain ikat ganda yang benang lungsin dan pakannya diikat dan dicelup sebelum ditenun. Satu lembar bisa memakan waktu bertahun-tahun. Kain ini dianggap melindungi dan dipakai dalam upacara yang menandai tahap-tahap kehidupan. Motifnya bukan sekadar hiasan; motif itu punya makna, dan kain ini dirawat dengan penuh hormat oleh pemiliknya dan komunitas.

Setiap tahun, upacara Usaba Sambah mencakup Perang Pandan, ritual saling serang dengan daun pandan berduri dan perisai rotan. Ritual ini dilakukan sebagai persembahan, bukan olahraga. Tata ruang desa juga mencerminkan kepercayaan: deretan rumah panjang saling berhadapan, dengan balai bersama dan pura di tengah. Kalau Anda berencana datang saat upacara, tanyakan sopir lebih dulu, karena tanggalnya mengikuti kalender desa dan beberapa area mungkin tertutup untuk pengunjung biasa.

Yang bisa dilihat

  • Tenun geringsing di bengkel keluarga
  • Jalan utama yang panjang dan bertembok serta balai bersama
  • Toko kerajinan kecil di sepanjang jalan utama
  • Perang Pandan, kalau kunjungan Anda bertepatan dengan upacaranya

Perlu diketahui

  • Berdonasi dengan murah hati di loket; ini mendukung desa
  • Minta izin sebelum memotret orang, dan hormati rumah warga
  • Geringsing asli mahal dan lama pembuatannya, jadi wajar harganya tinggi; tanyakan makna motifnya
  • Gabungkan kunjungan dengan Candidasa atau Amed yang berdekatan

Info singkat

  • Tiket Tidak ada tarif tetap; donasi di loket masuk, biasanya sekitar IDR 50.000
  • Buka Setiap hari, umumnya 07:00 sampai 18:00
  • Waktu yang dibutuhkan 1 sampai 1,5 jam
  • Waktu terbaik Pagi hari, di luar hari upacara
  • Jarak sekitar 1,5 sampai 2 jam dari Bali selatan

Harga dicek Oktober 2026 dan bisa berubah.

Destinasi lainnya

Terus menjelajah

Pura Besakih

Karangasem · Bali Timur

Pura Besakih

Baca panduan →

Pura Lempuyang (Gates of Heaven)

Abang, Karangasem · Bali Timur

Pura Lempuyang (Gates of Heaven)

Baca panduan →

Taman Air Tirta Gangga

Abang, Karangasem · Bali Timur

Taman Air Tirta Gangga

Baca panduan →

Siap menjelajahi Bali?

Beri tahu kami tanggal dan tempat Anda menginap. Kami atur harinya sesuai keinginan Anda.