
Mengwi, Badung · Bali Selatan
Pura Taman Ayun
Taman Ayun adalah pura kerajaan berparit di Mengwi, dikelilingi halaman rumput dan meru-meru bertingkat yang menjulang.
Taman Ayun adalah pura kerajaan berparit di Mengwi, dikelilingi halaman rumput dan meru-meru bertingkat yang menjulang. Ini salah satu persinggahan budaya paling tenang dan anggun yang mudah dijangkau dari pantai selatan.
Sejarah
Taman Ayun didirikan tahun 1634 oleh Raja Gusti Agung Putu dari Mengwi, yang juga dikenal sebagai Cokorda Sakti Blambangan, sebagai pura keluarga untuk memuliakan leluhur kerajaan. Namanya biasa diartikan sebagai Taman yang Indah, dan halamannya masih terasa seperti taman kerajaan yang tenang sekaligus tempat ibadah, dengan halaman rumput luas dan jalan setapak yang teduh.
Kompleks ini sudah beberapa kali dipugar selama berabad-abad, dan renovasi besar terakhirnya tahun 1937. Pada Juli 2012, pura ini ditetapkan sebagai salah satu dari lima situs Lanskap Budaya Provinsi Bali oleh UNESCO, penetapan yang mengakui sistem irigasi subak serta tradisi kerajaan dan pura yang terkait dengannya.
Makna dan budaya
Pura ini ditata sebagai persegi panjang utara-selatan dengan tiga halaman, luar, tengah, dan dalam, yang dipisahkan gerbang candi bentar. Tata letaknya mencerminkan pandangan Hindu Bali tentang alam semesta, dengan kesucian yang makin tinggi saat Anda bergerak ke halaman dalam, tempat meru-meru tertinggi berdiri. Hasilnya, pura ini terasa dirancang mengikuti aliran air sama seperti untuk persembahyangan, dan pantulan tenang di parit membuat jalan santai di sini terasa menyenangkan.
Air menjadi inti desainnya. Parit mengelilingi kompleks di tiga sisi, dan halaman dalam punya parit sendiri yang lebih kecil. Air pura ini konon mengairi tiga subak di Badung. Meru-meru bertingkat, dari dua sampai sebelas atap, dipahami melambangkan dewa, gunung, dan roh leluhur.
Yang bisa dilihat
- Meru-meru bertingkat di halaman dalam
- Parit dan jembatan pintu masuk
- Jalan setapak teduh dan halaman rumput di halaman luar
- Gerbang candi bentar berukir di antara halaman
Perlu diketahui
- Bayar tiket masuk dengan uang tunai, karena mesin kartu tidak selalu bisa dipakai
- Pelinggih di halaman dalam hanya untuk dilihat; jangan masuk
- Berpakaian sopan; sarung sudah termasuk dalam tiket
- Gabungkan dengan Tanah Lot atau Jatiluwih di hari yang sama
Info singkat
- Tiket Sekitar IDR 50.000 per orang termasuk sarung, kabarnya tanpa harga khusus anak; mohon konfirmasi di lokasi
- Buka Setiap hari, 08:00 sampai 18:00
- Waktu yang dibutuhkan 30 sampai 45 menit
- Waktu terbaik Pagi hari atau satu jam sebelum tutup, saat lebih sepi dan sejuk
- Jarak sekitar 1 jam dari Seminyak atau Kuta, 45 menit dari Canggu
Lokasi
Buka di Google MapsHarga dicek Oktober 2026 dan bisa berubah.
Destinasi lainnya
Terus menjelajah
Siap menjelajahi Bali?
Beri tahu kami tanggal dan tempat Anda menginap. Kami atur harinya sesuai keinginan Anda.



